Budi bahasa tak dapat di beli,
maaf di pinta tolonglah beri,
Walaupun syairku tak seindah pelangi,
namun ku ucap tulus nan dari hati.
Lembayung senja kian mengelap,
kapal merapat kembali berlayar,
bagai mana cinta mau ku ucap,
rindu hati belum terbayar.
Penantian ini begitu lama,
menunggu waktu yang berputar,
masih adakah harapan buat saya,
menuju celah yang kian pudar.
Kapal belayar dilautan cinta,
ombak menerpa badai menghadang,
ingin rasanya untuk di cinta,
tapi hati membuat bimbang.
Ku angkat tangan kutekukan kepala,
mengucap do’a juga meminta,
hanya pada Mu Allah yang maha Kuasa,
kuserahkan segenap jiwa dan raga,
Gelap terang suasana,
malam berlalu menjemput pagi,
ku ucapkan salam buat semua,
dilain waktu kita sambung lagi.






Pagi-pagi kubaca sajak-sajak ini
betapa senang kutemukan cinta
ada harap yang tak bertepi
bersama doa kepada Yang Kuasa
Makasih mas sudah mau mampir…Maaf y gak d seduin teh…Hehehe
ga papa, sajaknya sudah hangat kok, hehe…. ohya, bila sempat silakan mampir ya ke puisiazzet, thx…
ketika mata mulai memudar
ku paksa ia membelalak
membaca pantun penuh nanar
yang disusun nan bijak
SABUDI “sastra budaya indonesia”
mari kita jaga bersama!
@yup betul pak, budaya kita harus tetap di lestarikan…
Susunlah kata hingga bermakna,
jadikan syair, gurindam pantun,
budaya kita harus dijaga,
biar lestari turun temurun.
Cinta Kepada Allah Melebihi Cinta Di Dunia. Karna Cinta Pada Allah adalah sesuatu hal yang tak berbatas dan tidak beruang.
betul mas setuju
kata terukir dari pena
menggores agar nyata
sungguh indah terasa
kata yang telah tertata
makasih mas sudah berkenang mampir, salam kenal
wah sungguh puisi yg bgs
makasih dah berkunjung ya….
lam kenal juga mas, semoga bisa jadi teman baik
Sama sama mksh dah mampir salam damai
lam kenal juga mas, semoga bisa jadi teman baik
Salam blogger
Wah, tetap semangat ya bergerak di puisi asli nusantara, yakni pantun. hehehe, kalau saya, maaf;
saya tidak pandai melapun,
sembarang lapun saya lapunkan
saya tidak pandai berpantun,
sembarang pantun saya pantunkan.
Indah ukiran dari jepara,
terbuat dari kayu cendana,
Bila pandai bermadah kata,
terdengar indah bertabur makna,
sebenarnya gak sulit buat pantun ataupun gurindam kan tinggal mencocokan akhiran kata A A, atau AB AB…
hehe numpang baca mas…saya orang banjarmasin mas, jadi karya2 saya banyak bahasa banjar hehe
Makasih ya dah mampir….Monggo silahkan d baca, kalaw saya asli padang ada juga syair2 dalam bhsa minang tapi gak begitu bnyak
membaca sajak dipagi hari
menghangatkan rasa
menggairahkan
makasih kembali mas….sory gak di seduin teh hangat heheheheh….
Wah bagus mas sajaknya,,,bikin merinding,,,hehehe
hadir mengkomen status anda…jangan lupa confirmasi permintaan pertemananku di facebook ya..hehehe
Ok mas mksh sudah mampir y.. Salam blogger
nice post and puisinya ya sob…kunjungan baliknya ditunggu!
Ok mksh arif.. Salam blogger