Masih ku ingat syair hati ku

Tanjung pinang kotanya ramai,
tempat berdagang perantau minang,
badan ini lemah terkulai,
pujaan hati digandeng orang.

Pintalan benang pintal berganti,
tenunan halus songketpun jadi,
jikalau tuan rindukan istri,
pandang fotonya penghibur diri.

Ambil kembang sibunga rampai,
jadikan jimat pemikat hati,
tak usah resah di tinggal pergi,
cari yang lain buat penganti.

Biarlah malam tetap berlalu,
rembulan enggan berbagi sinar,
biarlah saya disini menunggu,
menanti untuk segera dilamar.

Kenapa bulan meratapi malam,
kemana bintang yang kau agungkan,
jikala hatimu terasa suram,
baca pantunku hilangkan beban.

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s