Sangkar emasku……
Berpagar mawar berduri…..
Sangat menawan……
Juga mengagumkan……
Tapi ketika durinya melukai diri…..
Sungguh sakit yang kurasa……
Terkadang membuat kelu…..
Karna aku orang yang lugu…..
Dan diam adalah temanku…..
Hanya goresan tinta yang dapat kulakukan sebagai pengobat pilu….
Ya….itulah dia si sangkar emasku.

Iklan