Pantun perumpamaan

Mari berkicau aduhai nuri,
terbang jauhlah nan dari sangkar,
bersua lagi dikesempatan ini,
marilah kita berpantun segar.

Bagai benalu di pohon pala,
tumbuh menjalar pada inangnya,
sifat dengki jangan dipelihara,
hanya membuat batin merana.

Lihatlah debu di atas tunggul,
kikis ditiup angin nan lalu,
menjalani hidup yang kita pikul,
fokuskan diri tak usah ragu.

Riak air begitu deras,
pertanda sungai sangatlah dangkal,
omongan besar suara keras,
tapi ilmunya cuma sejengkal.

Tengoklah aur tumbuh di tebing,
saling bergantung
berpegang tangan,
mari berbaur saling membimbing,
manusia tak bisa jauh dari pertolongan.

Sungguh seronok suasana taman,
banyak burung mencuap cuap,
lempar batu sembunyi tangan,
itulah sifat tak bertangung jawab.

Ucapkan salam di penghujung jumpa,
di lain waktu kita sambung cerita,
kata yang salah abaykan saja,
safaat baiklah yang diterima.

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s