Kalah sebelum perang

Cinta, tidak terlalu sulit buatku merangkainya menjadi kata, namun sangatlah tabu untuk kurasakan, pandanganku bak tertutup kabut tebal, lalu nanar bersama asa yang ada. Aku selalu di hantui rasa takut ku sendiri, bersembunyi di balik bayanganku, membuat ku bungkam tak berkutik didepanya. Aku memang sudah kalah, kalah sebelum berperang, entah sampai kapan ku bisa tahan bergulat dengan angan angan, berselimutkan rindu disetiap malam malamku. Tuhan kirimkanlah aku bidadari pengoda, agar aku bisa tersenyum mengungkapkan asa yang ada lalu terbuai bersama hangatnya cinta.

3 thoughts on “Kalah sebelum perang

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s