Syair Pengkianat Hati

Seperti nyala lilin redup terang ditiup angin, begitu pula cinta terkadang mesra, terkadang duka, disaat mesra lupa sgalanya, tapi disaat duka bercucuran air mata, perih, sakit, kecewa melebur satu. Membuat hati seperti kapal yang menabrak karang, pecah, terombang ambing di lautan luas, menunggu ombak membawa puing puing menuju bibir pantai. Mana janjimu, tuk slalu bersama dalam suka maupun duka, aku kecewa dengan tingkahmu, yang salalu menuding tanpa sebab, slalu memojokanku, ku tlah berusaha untuk slalu jujur namunkau slalu ngaur. Kini kupasrahkan istana cinta ini padamu, aku siap apapun keputusanmu walau air mata kan menetes di pipiku.

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s