kapal berlayar kepasir putih,
membawa pinang sidaun sirih,
cinta tertaut menjadi kasih,
bagaikan debur ombak dan buih.

mari merapat perahu cinta,
kita bersandar dibibir dermaga,
alangkah indah cinta pertama,
putusnya juga bikin sengsara.

Lihatlah ombak dilaut lepas,
gulung menghempas kepinggir pantai,
kini ikatan cintapun lepas,
tinggal kenangan manis teruarai.

dalam senyuman tangis terselit,
itulah duka yang sangat sakit,
tiap ku ingat hati menjerit,
kucoba sabar walau sedikit.

Pantun dan lirik terucap kata,
semoga tuan tersenyum saja,
jangan diartikan sampai ke dada,
ini hanyalah hiburan semata.

Iklan