Pantunku Patah Hatiku


kapal berlayar kepasir putih,
membawa pinang sidaun sirih,
cinta tertaut menjadi kasih,
bagaikan debur ombak dan buih.

mari merapat perahu cinta,
kita bersandar dibibir dermaga,
alangkah indah cinta pertama,
putusnya juga bikin sengsara.

Lihatlah ombak dilaut lepas,
gulung menghempas kepinggir pantai,
kini ikatan cintapun lepas,
tinggal kenangan manis teruarai.

dalam senyuman tangis terselit,
itulah duka yang sangat sakit,
tiap ku ingat hati menjerit,
kucoba sabar walau sedikit.

Pantun dan lirik terucap kata,
semoga tuan tersenyum saja,
jangan diartikan sampai ke dada,
ini hanyalah hiburan semata.

4 thoughts on “Pantunku Patah Hatiku

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s