Syair renungan

Disaat renungan datang, Seketika air mata ini turun mengalir dan jatuh menetes d bantal kusam. Bukan berarti sebuah penyesalan yang ku tangisi, nanun sebuah kerinduan yang teramat dalam kepada sang qhalik. Begitu kerasnya hati ini membatu bersama fatamorgana duniawi, Aku tak mau terus menerus menerobos pilar pilar Mu, terus menerus kalu, berpura pura lugu dengan tingkah yang tak menentu, dalam kerinduan sujud ku di atas sajadah suci, kuhanya mampu meminta dan meminta padamu Tuhan, bersama deraian air mata aku malu, malu pada MU. Tuhan bangunkanlah aku jikala diri ini terjatuh, ingatkanlah disaat diri ini lupa, tuntunlah langkah ini menuju jalan yang engkau ridhoi. Jadikanlah kami hamba hamba Mu yang taat dan slalu bersyukur atas rahmad dan karunia Mu. ;(

Rindang daun pohon mengkudu,
berbuah lebat jadikan obat,
syair di ucap ungkapan rindu,
itulah obat paling mujarat.🙂

2 thoughts on “Syair renungan

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s