Sepenggal kisah yang tertuang dalam syair.


Di ambang senja, terlihat bentangan pelangi jingga mengantarkan mentari menuju peraduan…Syahdu kurasa menjemput malam dibalut rindu, hari ini tiada kata2 yg akanku rangkai ataupun hal istimewa yg aku urai mungkin tidak berarti apa2 bagimu, tapi yg pasti doaku akan slalu iringi setiap jejak langkahmu, aku menyadari, aku belum bisa menggantikan mu dgn yg lain. Beberapa waktu lalu memang pernah aku relakan hatiku pada yg lain, tapi kandas dalam waktu singkat, hanya karna aku tak bisa membohongi bahwa hatiku masih milikmu, makasih atas waktu yg pernah kau lukis dalam hidupku dan izinkan aku menyimpanya, meskipun aku sudah tidak berhak memilikinya lagi, semua ini karna….kau yang terindah….
Ibarat air d daun keladi, jatuh menetes tiada berbekas, tetapi tdk untuk cinta ini, pasti kan tetap terkenang sepanjang masa.

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s