Sepucuk surat dimalam rabu


Nyanyian ridu, seketika menorehkan luka, luka karna cemburu perih, itulah yang ku rasa. Aku bukan tidak percaya kamu, aku bukan mengekang kebebasan mu. Namun aku terlalu takut kehilanganmu. Satu tahun sayang aku mengenalmu, satu tahun sayang kita sama sama, sudah terurai kenangan manis yang berawal dari pertemuan di pinggir jalan di saat hujan mulai reda. Masihku ingat senyum di bibirmu ketika kita berjabat tangan. Disitulah aku jatuh hati padamu dan kaupun menjadi yang pertama singgah d hati ini….Maafkan aku sayang jika memang sudah bersikap salah, tak ada maksud apa apa cuma rindu yang bikin cemburu buta. Malam ini ku tulis surat padamu dalam gundah sepi tanpamu…Memang ku akui aku sayang padamu hari ini ataupun limapuluh tahun lagi. Titip hatiku ya.,? Jangan sampai kau menjatuhkanya karna hatiku ini terlalu rapuh…

2 thoughts on “Sepucuk surat dimalam rabu

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s