Dalamnya Rasa Yang Terabaikan


Kekasih aku rindu tegur sapamu, rindu dengan nyanyian mu, dan rindu ingin memeluk mu lagi. Aku seperti punduk merindukan bulan semenjak kepergian mu. Namun tak apalah, karna sayangku bukan sebatas nafsu, bagiku km sudah menjadi bagian dari hati ini yg tak akan kulupakan, meskipun kau tak pernah menganggapnya. Begitulah aku dengan seluruh perasaanku, izinkanlah aku untuk menyimpan dan mengenangnya hingga akhir waktu. Sampai raga ini tak lagi menjadi milik ku. Aku berharap tangan Tuhan mempertemukan kita untuk kembali… Kembali mengulang indahnya kebersamaan itu.

9 thoughts on “Dalamnya Rasa Yang Terabaikan

  1. meski hanya sekali saja engkau m’nyapa,,,,tp suaramu akan terngiang selamanya untuk aq slalu m’ngingat suasana adanya kamu panggil nama ku,,,@ sulit untuk aq lupa meski hany sejenak tetap aq tk bisa,,,,,,

    Suka

  2. tapi mengapa rasa itu tak terbalas ,,,mengapa kau tak rasakan hal yang sama
    mengapa kau anggap aku hanya sebatas teman ,,
    disaat rasa ini begitu dalam ,,,
    harus ku bawa kemana rasa yang begitu tulus ini

    Suka

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s