Saat perpisahan itu datang


Adinda, seulas senyum di bibirmu masih terbayang d pelupuk mata, hangatnya sentuhan mu masih terasa di dalam dada, kini kebersamaan itu hilang seiring waktu yg berjalan, tak ada satu detikpun yg berpihak pada kita. Aku tau cinta kita bermuara di waktu yg salah dan aku telah mengerti istilah percintaan ini.. Namun do’aku akan slalu tertuju padamu, agar kau senantiasa berbahagia disana. Adinda ingatlah aku disini yg slalu sayang padamu, yg slalu sendu dalam dukacita mengenang kepergian mu. Dinda mungkin hanya aku yg slalu memuja sisa cinta ini, seandainya ombak laut surut lagi, aku takan begini. harapanku, ikatan kemersaan antara kita semoga akan kembali terulang. Walapun sebatas mimpi, bunga tidurku.

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s