Adinda, seulas senyum di bibirmu masih terbayang d pelupuk mata, hangatnya sentuhan mu masih terasa di dalam dada, kini kebersamaan itu hilang seiring waktu yg berjalan, tak ada satu detikpun yg berpihak pada kita. Aku tau cinta kita bermuara di waktu yg salah dan aku telah mengerti istilah percintaan ini.. Namun do’aku akan slalu tertuju padamu, agar kau senantiasa berbahagia disana. Adinda ingatlah aku disini yg slalu sayang padamu, yg slalu sendu dalam dukacita mengenang kepergian mu. Dinda mungkin hanya aku yg slalu memuja sisa cinta ini, seandainya ombak laut surut lagi, aku takan begini. harapanku, ikatan kemersaan antara kita semoga akan kembali terulang. Walapun sebatas mimpi, bunga tidurku.

Iklan