Pantun

Tiada bintang malampun gelap,
Duduk termenung renungkan diri,
Peganglah janji yang ngana ucap,
Jang sampai manis dimulut tiada arti.

Dari ternate ke kota padang,
Singgah bermalam di gubuk bambu,
Aduahai kasih yang kita sayang,
Akan kita tunggu walau 1000 tahun berlalu.

Jika rindu datang melanda,
Tentulah hati tak akan tenang,
Memang ngana pandai menggoda,
Biking pikiran terbang melayang

Anak ayam di didalam kebun,
Mati satu jatuh ke kolam,
Sejak ngana pandai berpantun,
Cinta di hati semakin dalam.

Indah pelangi jikala senja,
Hujan turun dibalik bukit,
Ngana betul sungguh menggoda,
Senyum manis deng lesung pipit

Burung merak di dalam hutan,
Mati di tembak para pemburu,
Hancur hati hancurlah badan,
Menanggung siksa cinta yang semu.

Ternate namanya kota,
Gamalama tinggi menjulang,
Biar jo ngana jauh di mata,
Dalam hati slalu di sayang.

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s