Penantian

lagu rindu

Kudengar nyanyian indah,
Sayup mengeras dan melirih di antara
sepoi angin dan gemericik gelombang

Cintamu adalah samudera Dimana pasir bertemu lautan dimana sang gelombang bergulung membawa Diriku ke dasar terdalamnya

Cintamu adalah sang ombak
Tak pernah lelah menghampiri tepian
Seolah ingin terus menyapa
Dan merengkuh jiwa-ragaku sepenuhnya

Cintamu adalah sang rembulan
Berkilauan di batas horizon lautan
Yang maha dalam, luas, dan tenang
Selalu ada untuk menaungi dan menjaga

Cintamu adalah tempat berlindungku,
Penunjuk arahku; utara, selatan, timur dan barat sejatiku
Kemanapun aku berjalan meniti hidupku
Cintamu selalu memandu kembali padamu

Cintamu adalah semilir angin menyua daun-daun
Dengan lembut membelai wajahku
Menyentuh setiap jengkal rasaku
Menanggalkan setiap egoku

Cintamu adalah udara laut yang dapat kubau
Menjernihkan setiap pikiran dan cara berpikirku
Cintamu adalah penjaga hidup
Menjagaku dari tenggelam dan terpuruk

Kujawab dengan bait singkat penuh makna:

Aku merasakanmu di setiap aroma samudera
Anginnya, pasirnya, keindahannya, dan misterinya
Kututup mataku dan kurasakan setiap memori pesonamu
Tak pernah bisa memudar dan terhempas dari benakku

Maka, jika raga ini kelak harus berhenti menari
Temui aku di sana, dimana laut bertemu langit
Cintamu akan selamanya bersama bersemayam
Layaknya pasir bertemu lautan

Cinta kita tetap hidup,
Terus bergulung dalam gelombang keabadian

4 thoughts on “Penantian

Trimakasih

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s